Wabah Flu Burung Musnahkan 50,54 Juta Unggas di AS

by -6 Views

Flu burung telah memusnahkan 50,54 juta unggas di Amerika Serikat pada tahun ini, menjadikannya wabah paling mematikan dalam sejarah negara itu, demikian data yang dihimpun oleh Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) pada Kamis (24/11).

Kematian ayam, kalkun, dan unggas lain itu merupakan bencana kesehatan hewan terburuk di AS hingga saat ini, melampaui rekor sebelumnya 50,5 juta unggas yang mati dalam wabah flu burung pada 2015.

Unggas sering mati setelah terinfeksi. Begitu seekor unggas dinyatakan positif, seluruh unggas dalam kelompoknya, yang bisa melampaui satu juta di peternakan ayam petelur, dimusnahkan juga untuk mengendalikan penyebaran penyakit tersebut.

Kematian kawanan unggas menyebabkan harga telur dan daging kalkun naik ke rekor tertinggi. Kondisi tersebut semakin membebani konsumen yang mengalami kesulitan ekonomi dalam menghadapi inflasi tinggi. Biaya yang dikeluarkan untuk merayakan Thanksgiving pada Kamis (24/11) juga menjadi lebih tinggi di AS.

Eropa dan Inggris juga menderita krisis flu burung terburuk. Beberapa pasar swalayan Inggris menjatah pembelian telur setelah wabah mengganggu pasokan.

Wabah di AS, yang dimulai sejak Februari, menginfeksi kawanan unggas dan nonunggas di 46 negara bagian, menurut data USDA. Unggas liar seperti bebek menularkan virus itu, yang dikenal sebagai flu burung yang sangat patogen (HPAI), melalui kotoran, bulu, atau kontak langsung dengan unggas lainnya.

“Unggas liar terus menyebarkan HPAI ke seluruh negeri sewaktu mereka bermigrasi. Jadi, mencegah kontak antara unggas ternak dan unggas liar sangat penting untuk melindungi daging unggas Amerika,” kata Rosemary Sifford, kepala petugas dokter hewan USDA.

Para petani kewalahan mencegah penyakit itu dan mengusir unggas liar dari lumbung mereka walaupun telah meningkatkan langkah-langkah keamanan dan kebersihan setelah wabah merebak pada 2015.

Pada 2015, sekitar 30 persen kasus yang ditelusuri langsung, penyebabnya berasal dari unggas liar, dibandingkan dengan 85 persen kasus yang tercatat pada tahun ini, kata USDA kepada kantor berita Reuters.

Pejabat pemerintah sedang mempelajari penularan, khususnya di peternakan kalkun, dengan harapan membuat rekomendasi baru guna mencegah penularan. Lebih dari 70 persen peternakan unggas komersial yang tertular dalam wabah itu berasal dari peternakan kalkun, kata USDA.

Orang-orang harus menggunakan pelindung bila kontak langsung dengan unggas yang tampak sakit atau mati. Namun, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), risikonya rendah bagi masyarakat umum untuk tertular dalam wabah itu. [ka/em]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.