“The Wonder”, Film Yang Persoalkan Pelecehan Seksual dan Fanatisme Agama

by -332 Views

Film yang dirilis Netflix tanggal 16 November ini mengambil setting tahun 1862. Seorang perawat Inggris, Lib Wright, yang diperankan Pugh, datang ke sebuah desa kecil di Irlandia yang dilanda kelaparan untuk menyelidiki kejadian aneh di sebuah wisma yang sepi.

Anak perempuan keluarga itu, Anna, telah berpuasa selama beberapa bulan tapi tidak terlihat sakit sama sekali. Keluarga Anna dan para tetua masyarakat ingin memastikan keselamatan anak itu dan juga memverifikasi apakah itu mungkin sebuah mukjizat agama.

Lib skeptis terhadap interpretasi supernatural apa pun. Satu-satunya keinginannya adalah membantu Anna. Namun, ia berhadapan dengan komunitas tetua yang tidak mempercayai keahlian medisnya. Selidik punya selidik, Anna adalah korban pelecehan seksual dan fanatisme agama.

Satu-satunya orang yang bisa dipercaya Lib adalah adalah seorang jurnalis dari Inggris, yang diperankanTom Burke, yang sedang menyelidiki cerita keajaiban yang telah menyebar ke mana-mana itu.

Pugh sendiri sangat menyukai karakter yang dimainkannya.“Perempuan yang sangat bangga dengan pengalamannya ini datang ke sebuah desa untuk memberikan pertolongan, tapi desa ini tidak menginginkannya. Ia hanya harus duduk di sana dan menonton apa yang terjadi. Ini memicu keingintahuan orang mengenai siapa perempuan itu, dan betapa hebatnya ia dalam pekerjaannya. Itu adalah bagian yang menarik menurut saya,”komentarnya.

Banyak pengamat film menilai, “The Wonder” merupakan karya sinematografi Ari Wegner yang elegan dan bernuansa gelap, yang namanya kian terdongkrak setelah membesut film peraih nominasi Oscar, “The Power of the Dog”, tahun lalu. Musik karya Matthew Herbert yang terdengar menyeramkan menciptakan efek mencekam pada sejumlah adegan film itu.

Sutradara Chili Sebastian Lelio dipercaya mengarahkan film ini. Leilo sendiri bukan nama baru di jajaran pembuat film internasional. Karyanya, “A Fantastic Woman”, dinobatkan sebagai pemenang Oscar untuk katagori film berbahasa asing terbaik pada tahun 2018. Leilo juga menyutradarai film-film yang banyak mendapat pujian, seperti “Gloria” dan “Disobedience”. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.