Robot Bantu Pertahankan Tradisi Pertunjukan Wayang Kulit di Malaysia

by -104 Views

Di sebuah mal besar di Pulau Penang, Malaysia, sejumlah pengunjung terlihat berhenti mengamati sebuah kios darurat yang menampikan sejumlah bayangan hitam yang bergerak dan terlihat menari di layar putih.

Apa yang disaksikan mereka sebetulnya pertunjukan wayang kulit. Namun, berbeda dengan versi tradisionalnya, pertunjukan itu ditampilkan dengan bantuan robot.

Pertunjukan animatronik modern wayang kulit ini merupakan hasil karya Ahnaf Hakimi Ahmad, seorang dosen Malaysia yang berusaha menyelamatkan tradisi itu dengan memanfaatkan figur tiga dimensi yang dikendalikan oleh robot, bukan manusia.

Ahnaf Hakimi merakit wayang kulit animatronik di sanggarnya di Bayan Lepas, Penang, Malaysia, 2 Oktober 2022. (REUTERS/Rozanna Latiff)

“Sebagian besar remaja dan orang muda saat ini lebih condong ke media sosial dan program televisi, beberapa dari mereka mungkin belum pernah melihat pertunjukan wayang kulit. Pertunjukan wayang kulit animatronik ini merupakan fenomena baru bagi mereka, dan diharapkan bisa menumbuhkan minat mereka terhadap tradisi warisan ini,” jelasnya.

Melestarikan kebudayaan wayang kulit tidak mudah di negara yang mayoritas penduduknya Muslim ini. Apalagi banyak kritik yang menyebutkan bahwa cerita-cerita dan karakter-karakternya tidak Islami. Pertunjukan wayang kulit, contohnya, sering didasarkan pada cerita dewa-dewa Hindu, dan kepahlawanan orang-orang Hindu, seperti Ramayana dan Mahabarata.

Beberapa negara bagian, seperti Kelantan, bahkan melarang pertunjukan wayang kulit sejak 1990-an. Walhasil, kelompok-kelompok pertunjukan wayang kulit yang aktif di Malaysia kini telah menyusut drastis, menjadi sekitar delapan.

Untuk bisa menjangkau orang-orang muda, Ahmad mengaku memberi sentuhan modern pada pertunjukannya dan bahkan mengadaptasi cerita-ceritanya agar lebih kekinian.

Pertunjukan wayang kulit atau wayang kulit animatronik ditampilkan selama pertunjukannya di George Town, Penang, Malaysia, 2 Oktober 2022. (REUTERS/Ebrahim Harris)

Pertunjukan wayang kulit atau wayang kulit animatronik ditampilkan selama pertunjukannya di George Town, Penang, Malaysia, 2 Oktober 2022. (REUTERS/Ebrahim Harris)

“Ini tetap pertunjukan wayang kulit meski dimainkan oleh robot. Musiknya, konsepnya, masih menggunakan layar. Ada lebih banyak cerita dan musik yang ingin kami tampilkan, tapi tidak banyak orang yang ingin belajar sehingga sulit merealisasikannya. Dengan cara ini, budaya wayang kulit bisa tumbuh meski tidak drastis,” kata Ahmad.

Wayang kulit sebagai bentuk seni telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai “Masterpiece of Oral and Intangible History of Humanity” pada tahun 2003. Pertunjukan pertamanya tercatat dalam sejarah pada tahun 930 Masehi.

UNESCO mengakui wayang kulit sebagai warisan budaya Indonesia, bukan Malaysia. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.