Ribuan Akademi Universitas California Mogok Menuntut Perbaikan Gaji, Tunjangan

by -1629 Views

Ribuan pekerja akademik Universitas California yang tersebar di sepuluh kampus melakukan pemogokan pada pertengahan November lalu.

Salah seorang diantaranya adalah mahasiswa pasca sarjana dan peneliti Tarini Hardikar.

“Kami banyak mengajar dan melakukan penelitian di sini, dan Universitas California berjalan karena kami bekerja,” katanya.

Serikat pekerja yang mewakili sekitar 48.000 asisten pengajar, peneliti, cendekiawan pascadoktoral, tutor mahasiswa mengatakan sebagian besar anggotanya turut berunjuk rasa.

Mereka menginginkan kenaikan gaji yang signifikan dan subsidi perawatan anak untuk mengatasi lonjakan drastis biaya hidup di kota-kota seperti Los Angeles, San Diego dan Berkeley.

Seorang lulusan California State University San Marcos melakukan selebrasi saat mengikuti parade mobil melintasi kampus di San Marcos, California, AS, 15 Mei 2020. (Foto: REUTERS/Mike Blake)

Bettyrose Green, mahasiswa pascasarjana yang memberi penilaian pada makalah-makalah mahasiswa bagi profesornya, menyebut gajinya sangat kecil untuk ukuran asisten profesor.

“Saya dibayar $17 dan 3 sen per jam..,” katanya.

Pengunjuk rasa lainnya mengatakan, “Saya seorang perempuan dengan gelar PhD, berpengalaman puluhan tahun dalam pengorganisasian dan penelitian. Saya rasa kami harus dibayar lebih.”

Pembicaraan mengenai kontrak sempat menghasilkan “kemajuan yang baik” pada hari pertama pemogokan, tetapi kemudian manajemen universitas memberi tahu serikat pekerja bahwa tawar-menawar akan ditangguhkan selama satu hari, demikian menurut Rafael Jaime, presiden serikat pekerja setempat.

Dalam sebuah pernyataan sebelum pemogokan, Universitas California mengatakan telah melakukan perundingan dengan “niat tulus untuk berkompromi,” serta menambahkan bahwa “banyak kesepakatan tentatif” mengenai isu-isu seperti kesehatan dan keselamatan telah tercapai.

Para pekerja akademis yang melakukan pemogokan di universitas bergengsi ini, menurut surat kabar Washington Post, “menginginkan gaji tahunan minimal 54 ribu dolar, dan peningkatan tunjangan anak. Mereka menyebut gaji mereka tidak cukup untuk tinggal di negara bagian California”.

Serikat pekerja setempat, United Auto Workers, yang mewakili 11.000 mahasiswa pasca doktoral dan periset akademis, menyebut pemogokan di Universitas California ini merupakan pemogokan terbesar dalam sejarah pemogokan akademis di AS. [my/em]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.