Polisi Selidiki Temuan 21 Mayat di Tambang di Afsel

by -12 Views

Polisi Afrika Selatan sedang menyelidiki temuan sedikitnya 21 mayat yang diduga sebagai penambang ilegal. Mayat-mayat itu ditemukan di dekat sebuah tambang yang beroperasi di kota Krugersdorp, sebelah barat Johannesburg.

Menurut polisi, 19 mayat ditemukan Rabu sore (2/11) dan dua lainnya ditemukan pada Kamis pagi (3/11). Polisi mengatakan mereka menduga mayat-mayat itu dipindahkan ke lokasi tempat mereka ditemukan, yakni di tambang milik swasta.

“Kami dapat mengukuhkan bahwa pagi ini, tim SAR kami kembali ke lokasi kejadian dan, sewaktu mereka melakukan pencarian, mereka menemukan dua mayat lagi. Mereka mengeluarkan mayat-mayat itu dari tambang terbuka,” kata juru bicara kepolisian Brenda Muridili hari Kamis.

Penemuan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian insiden terkait penambangan liar di kawasan Krugersdorp. Pada Juli lalu, delapan perempuan yang menjadi kru film diperkosa dan dirampok di sebuah tambang telantar di daerah itu, di mana mereka sedang melakukan pengambilan gambar sebuah video musik. Insiden ini memicu protes dengan kekerasan terhadap para penambang liar di kawasan sekitarnya.

Polisi Afrika Selatan menyelidiki lokasi di mana lebih dari 20 mayat, yang diduga penambang ilegal, ditemukan di dekat sebuah tambang aktif di Krugersdorp, Afrika Selatan, Kamis, 3 November 2022. (AP)

Pekan lalu, dakwaan perkosaan dan perampokan terhadap 14 lelaki, yang juga diduga sebagai penambang liar, ditarik setelah polisi tidak dapat mengaitkan mereka dengan kasus pemerkosaan itu melalui bukti DNA. Orang-orang itu ditangkap dalam penggerebekan oleh polisi terhadap tambang yang ditelantarkan itu, yang merupakan tempat pemerkosaan terjadi.

Penambangan liar sedang marak di Afrika Selatan. Para penambang liar, yang dikenal sebagai ”zama zamas,” mencari emas di banyak tambang yang tidak lagi digunakan dan ditelantarkan di kawasan Johannesburg dan sekitarnya. Krugersdorp adalah kota tambang di pinggiran barat Johannesburg.

Geng-geng penambangan liar dianggap berbahaya oleh polisi. Mereka biasanya bersenjata dan dikenal memperebutkan daerah kekuasaan dari lawan-lawan mereka dengan kekerasan. Kegiatan ini diyakini didominasi oleh imigran yang masuk secara ilegal dari negara-negara tetangga, Lesotho, Zimbabwe dan Mozambik.

Ke-14 lelaki yang dakwaan pemerkosaan dan perampokan mereka dicabut, dituduh berada di Afrika Selatan secara ilegal dan telah didakwa dengan pelanggaran imigrasi. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.