Perempuan Dilarang Masuk Gym dan Taman di Afghanistan

by -55 Views

Taliban melarang perempuan menggunakan pusat kebugaran (gym) di Afghanistan, kata seorang pejabat, Kamis (10/11), dekrit terbaru kelompok agama itu yang menindak hak dan kebebasan perempuan sejak mereka mengambil alih kekuasaan lebih dari setahun yang lalu.

Taliban menyerbu negara itu tahun lalu, merebut kekuasaan pada Agustus 2021. Mereka melarang anak perempuan mengenyam pendidikan di sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, terlepas dari janji-janji awal mereka untuk negara itu.

Taliban juga membatasi perempuan dari sebagian besar bidang pekerjaan, dan memerintahkan mereka mengenakan pakaian tertutup dari kepala hingga ujung kaki di tempat umum.

Taliban berjaga-jaga di sebuah taman hiburan, di Kabul, Afghanistan, Kamis, 10 November 2022. (AP/Ebrahim Noroozi)

Seorang juru bicara dari Kementerian Urusan Moral mengatakan larangan menggunakan gym diperkenalkan karena orang-orang mengabaikan perintah pemisahan gender dan bahwa perempuan tidak mengenakan jilbab, atau penutup kepala yang diwajibkan.

Perempuan juga dilarang Taliban masuk ke taman. Larangan perempuan menggunakan gym dan taman mulai berlaku minggu ini.

Mohammed Akef Mohajer, juru bicara yang ditunjuk Taliban untuk Kementerian Urusan Moral, mengatakan kelompok itu telah berusaha sebaik mungkin selama 15 bulan terakhir untuk menghindari penutupan taman dan pusat kebugaran untuk perempuan, dengan mengatur hari akses yang berbeda bagi perempuan dan laki-laki, dan menerapkan pemisahan ruang berdasar gender.

”Tapi, sayangnya, perintah itu tidak dipatuhi dan aturan dilanggar. Jadi kami harus menutup taman dan gym untuk perempuan,” kata Mahjer. “Dalam banyak kasus, kami melihat pria dan perempuan bersama-sama di taman dan, sayangnya, jilbab tidak diperhatikan. Jadi kami harus membuat keputusan lain dan untuk saat ini kami memerintahkan semua taman dan gym ditutup untuk perempuan.” [ab/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.