Pemberontak Bunuh 2 Tentara di Provinsi Filipina yang Dilanda Gempa

by -122 Views

Sejumlah tersangka pemberontak komunis menewaskan dua tentara dalam serangan Kamis (27/10) di sebuah provinsi di Filipina Utara di mana militer dikerahkan untuk membantu warga pulih dari gempa kuat, kata militer.

Serangan yang dilakukan oleh tersangka kelompok gerilyawan Tentara Rakyat Baru di kota Malibcong di provinsi Abra itu juga melukai seorang tentara dan menyebabkan seorang lainnya hilang, kata para pejabat militer. Tidak jelas apakah tentara yang hilang itu ditangkap oleh kelompok pemberontak itu.

Provinsi tersebut dilanda gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter pada hari Minggu yang dirasakan di sebagian besar wilayah Luzon. Sedikitnya 44 orang terluka akibat gempa, yang merusak lebih dari 2.000 rumah, sekolah, rumah sakit dan gereja, dan mendorong penutupan semalam bandara internasional, kata pejabat penanggulangan bencana.

Sambil membantu pemulihan wilayah itu, para pejabat setempat juga bersiap menghadapi badai yang akan datang yang mungkin menghantam Abra dan provinsi-provinsi terdekat lainnya.

Para pejabat militer mengecam keras serangan pemberontak itu. Para tentara yang diserang itu telah diperintahkan untuk kembali dari tugas patroli mereka untuk kemungkinan ditempatkan di desa-desa yang dilanda gempa, kata mereka.

”Serangan mengerikan terhadap militer kita yang sedang berusaha menanggulangi bencana adalah bukti lain dari kekejaman dan kebengisan mereka terhadap warga negara kita,” kata Brigadir Jenderal Audrey Pasia dalam sebuah pernyataan.

Pasia mengatakan militer akan terus memberikan bantuan ke wilayah yang dilanda gempa meskipun ada serangan. Belum ada pernyataan dari kelompok gerilyawan komunis itu.

Pasukan pemberontak Maois didirikan pada tahun 1969 dengan hanya sekitar 60 pejuang bersenjata di wilayah utara negara itu, tetapi kemudian secara bertahap meluas ke seluruh negeri dan menjadi salah satu pemberontakan komunis terlama di Asia.

Kelompok gerilyawan itu tetap menjadi ancaman utama keamanan Filipina meskipun mengalami kemunduran, termasuk karena adanya pertikaian internal.
Pemberontakan itu telah menyebabkan sekitar 40.000 orang termasuk warga sipil, tewas dan menghambat pembangunan ekonomi di daerah-daerah terpencil di mana militer mengatakan beberapa ribu pemberontak masih aktif. [ab/uh]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.