Orang-orang Korsel di Luar Negeri Tuntut Penyelidikan Adopsi Mereka

by -25 Views

Sekelompok warga keturunan Korea Selatan yang diadopsi di Eropa berunjuk rasa di Seoul, Selasa (15/11). Mereka mendesak pihak berwenang Korea Selatan untuk menyelidiki kasus adopsi mereka puluhan tahun lalu yang, menurut mereka, didasarkan pada dokumen palsu dan melibatkan pelanggaran hak. Aksi mereka didukung sejumlah warga setempat.

Sekitar 200.000 orang Korea Selatan diadopsi di luar negeri dalam beberapa dekade terakhir, sebagian besar pada 1970-80-an dan terutama oleh orang tua kulit putih di Amerika Serikat dan Eropa. Para kritikus mengatakan para pemimpin otoriter masa lalu di Korea Selatan melihat adopsi sebagai cara mengurangi jumlah orang yang harus diberi makan, memecahkan masalah ibu yang tidak menikah dan memperdalam hubungan dengan Barat yang demokratis.

“Tujuan utama kami adalah bahwa semua orang yang diadopsi harus memiliki akses ke informasi mengenai siapa mereka sebenarnya — informasi latar belakang,” kata Peter Moller, pengacara dan ketua bersama Kelompok Hak Korea Denmark, yang diadopsi ke Denmark pada tahun 1974. “Kami sekarang memperjuangkan hak untuk mengetahui kisah nyata kami sendiri.”

Orang-orang berjalan di depan kantor pusat penyiaran publik MBC di Seoul, Korea Selatan, Kamis, 10 November 2022. (Foto: AP)

Moller mengatakan kelompoknya sejauh ini telah menyampaikan aplikasi dari sekitar 300 orang Korea Selatan yang diadopsi di luar negeri yang menyerukan penyelidikan adopsi mereka ke Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Korea Selatan. Rekan-rekan sejawatnya mengatakan bahwa 24 aplikasi lainnya diajukan Selasa dan berasal dari Denmark, Norwegia, Belanda, Amerika Serikat dan beberapa negara lain.

Sebagian orang yang diadopsi dan pendukung mereka menuntut Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi menetapkan bahwa pemerintah juga harus bertanggung jawab karena gagal memantau lembaga. Mereka juga menuntut pemerintah mengkonfirmasi apakah peningkatan adopsi didorong oleh pembayaran dan sumbangan yang semakin besar dari para orang tua angkat, yang tampaknya memotivasi lembaga-lembaga adopsi untuk menyediakan pasokan.

Mereka yang mengajukan aplikasi mengeluhkan informasi yang tidak akurat atau dipalsukan dalam dokumen adopsi, seperti nama lahir, tanggal atau lokasi kelahiran, atau rincian tentang orang tua kandung.

Komisi mengatakan pihaknya berencana menerima aplikasi dari mereka yang diadopsi hingga 9 Desember, dan pada akhir Desember akan memutuskan apakah melangsungkan penyelidikan atau tidak.

Komisi itu juga mengatakan telah dihubungi secara terpisah oleh perwakilan orang-orang Korea Selatan yang diadopsi di Swedia. Mereka menyatakan juga akan mengirim permintaan resmi untuk penyelidikan adopsi mereka. [ab/ka]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.