Mantan Napi Temukan Arah Hidup dan Pelatihan Kerja di Teater

by -197 Views

Penulisan naskah drama serta produksi teater telah membuka dunia baru bagi seorang lelaki California yang mendekam di penjara selama 17 tahun. Wartawan VOA Mike O’Sullivan melaporkan tentang program seni yang mengajarkan keterampilan kreatif kepada para mantan narapidana yang menginginkan kehidupan baru.

Carlos Vasquez bekerja bersama aktor kawakan Hollywood dan produser teater Ben Guillory untuk mempelajari dasar-dasar produksi di Robey Theatre. Teater tersebut didirikan bersama oleh Guillory dan aktor kawakan Hollywood lainnya, Danny Glover.
Teater Robey terinspirasi oleh penyanyi, aktor dan aktivis Paul Robeson, yang menantang penontonnya mewakili para pekerja dan kelompok ras minoritas.

Salah seorang pendiri teater Guillory, mengatakan,“Mudah-mudahan, pekerjaan yang kami lakukan ini dapat mengetengahkan hal-hal yang menggugah, yang memicu, yang menyebabkan audiens kami melakukan perbincangan.”

Dunia ini jauh berbeda dengan dunia yang ditinggali Vasquez selama hampir dua dekade terakhir. Mantan narapidana yang kemudian bekerja magang di teater itu mengatakan, “Saya masuk penjara pada usia 19. Saya benar-benar tersesat. Saya kecanduan narkoba. Saya tinggal di jalanan. Saya anggota geng. Saya penjahat, dan akhirnya melakukan perampokan. Ini membuat saya dihukum penjara 20 tahun.”

Carlos Vasques (VOA video)

Karena berperilaku baik, hukumannya dikurangi tiga tahun. Vasquez mengatakan, selama 17 tahun mendekam di penjara, satu hal saja yang membuatnya bertahan. “Sepanjang proses itu, saya selalu memiliki kecintaan membaca dan menulis. Ini adalah cara saya bertahan. Ini seperti terapi bagi saya. Jadi saya melakukan itu, meskipun secara diam-diam,” jelasnya.

Mula-mula memang diam-diam. Kemudian melalui program di penjara yang disebut Playwrights Project, Vasquez mulai membuat drama. Bebas tahun lalu, ia kini mengunjungi penjara-penjara untuk membantu para napi mengasah keterampilan menulis mereka.

“Mampu menyalurkan sebagian pikiran yang ada di kepala sepanjang hari, setiap hari sewaktu kita di penjara. Tahu kan, impian itu, harapan-harapan, hal-hal yang kita inginkan. Kita dapat mewujudkannya melalui tokoh-tokoh kita dan melalui berbagai gagasan kita,” jelasnya.

Ia mengatakan, teater mengajarinya tentang kerentanan. “Kita harus keluar dari zona nyaman kita, dan saya pikir dalam momen-momen seperti itulah ada banyak perubahan yang terjadi,” imbuhnya.

Ben Guilory (kanan), salah satu pendiri Robey Theatre tengah memberikan tutorial kepada Carlos Vasques (VOA video)

Ben Guilory (kanan), salah satu pendiri Robey Theatre tengah memberikan tutorial kepada Carlos Vasques (VOA video)

Organisasi yang mensponsori magang itu mengatakan, para mantan napi seperti Vasquez dapat mempelajari keterampilan kerja bersama dengan para aktor professional, sutradara dan para artis lainnya.

Gloria Ruiz Oster dari California Lawyers for the Arts mengatakan melalui Skype, “Membangun jejaring profesional, dan sungguh, kami benar-benar berharap dapat membantu mereka di jalur pekerjaan yang berkelanjutan di dalam ekonomi kreatif. “

Seperti bekerja di teater, atau mungkin di industri film Hollywood, bersama-sama dengan para mentornya. [uh/ab]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.