Australia Selidiki Dugaan Pensiunan Veteran untuk Melatih Militer China

by -28 Views

Australia menyelidiki laporan-laporan bahwa mantan personel pasukan pertahanannya didekati untuk memberi pelatihan militer untuk China. Menteri Pertahanan Richard Marles, Rabu (11/9) mengatakan pensiunan mantan tentara Australia memiliki “kewajiban abadi” untuk melindungi rahasia negara dan “mengungkapkan rahasia adalah kejahatan.”

Menteri Pertahanan Richard Marles mengatakan, akan ada “pemeriksaan rinci” terhadap klaim bahwa China mendekati veteran militer Australia untuk pelatihan militernya. Penyelidikan juga akan melibatkan lembaga keamanan lainnya.

Marles belum mengukuhkan apakah ada warga Australia yang memberi pelatihan ke China, tetapi ia mengatakan bahwa “sejumlah kasus” kini sedang diselidiki. Ia mengatakan kepada wartawan di Canberra hari Rabu, pemerintah akan mengubah undang-undang jika ada “kelemahan” dalam aturan yang berlaku bagi mantan personel pertahanan.

Para pejabat Australia mengatakan, mereka merasa prihatin, sebelum adanya tuduhan-tuduhan mengenai perekrutan mantan tentara Australia oleh China itu menjadi subyek pemberitaan media bulan lalu.

Marles mengatakan, para veteran memiliki tanggung jawab untuk melindungi kerawanan militer atau informasi lainnya dari kekuatan asing. “Bagi mereka yang memiliki rahasia negara kami, ada kewajiban abadi untuk menjaga rahasia selama itu masih menjadi rahasia, dan melanggar kewajiban itu adalah kejahatan yang sangat serius.”

Pemimpin oposisi kanan-tengah Australia, Peter Dutton mengatakan sebelumnya, laporan tentang upaya China untuk merekrut mantan tentara itu “mencemaskan” dan ia menantang pemerintah Partai Buruh di Canberra untuk membuat undang-undang baru guna mencegah langkah itu.

Tinjauan resmi terhadap dugaan perekrutan China itu akan dilaporkan kembali ke menteri pertahanan pada 14 Desember.

Bulan lalu, Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan akan mengambil langkah segera untuk “mencegah dan menghukum” puluhan mantan pilot Angkatan Udara Kerajaan yang dibayar sebagai pengajar di China.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Oktober, pejabat pertahanan Inggris memperingatkan, praktik itu “mengikis keunggulan pertahanan Inggris.” [ps/lt]

Sumber: www.voaindonesia.com

No More Posts Available.

No more pages to load.